Skip to main content

Posts

Tentang Kadar yang Berlebih

Setelah sekian lama otak saya berasa kosong karena nggak pernah dipake buat mikir dan merenung, akhirnya tiba-tiba ada yang menggelitik pikiran saya. Kemarin, pas saya lagi nguji mahasiswa saya, saya disuguhi sekotak camilan buat mengganjal perut yang memang belum sempat saya penuhi haknya untuk makan siang. Isi kotak camilannya lengkap: ada air mineral, ada camilan manis dan camilan asin. Terpikir di benak saya.. Air mineral yang ada di kotak camilan saya itu menyehatkan. Orang bahkan dianjurkan untuk minum kurang lebih dua liter per hari supaya selalu sehat. Tapi, si air ini juga bisa menyebabkan yang minum tersiksa karena harus pulang-pergi ke kamar kecil. Belum lagi perut si orang tersebut bisa jadi terasa "terlalu penuh", dan perasaan itu jelas tidak mengenakkan. Semuanya karena air yang menyehatkan itu dikonsumi berlebihan . Lalu, camilan manis di depan mata saya itu enak dan mengenyangkan tapi juga bisa menjadi sumber penyakit karena dikonsumsi berlebihan . Garam ...

Tentang Seorang Perempuan dan Patah Hati

Ada cerita tentang seorang perempuan. Perempuan ini tangguh, mandiri. Dia kenal baik siapa dirinya. Dia tau apa yang ia inginkan dalam hidupnya.. Perempuan ini pemberani, tapi bukan dalam hal berkelahi. Dia berani hidup dengan caranya sendiri, dengan pilihannya sendiri. Tapi, perempuan ini juga sangat pengecut. Ya, dia begitu pengecut dalam urusan ‘menaruh hati’. Baginya, menaruh hati pada seorang laki-laki tidak memerlukan syarat apapun. Dan baginya, rasa tersebut bukan tentang ‘kalau putus ya cari lagi’. Dia menaruh rasa secara ‘eksklusif’. Lima tahun sudah dia mengenal seorang laki-laki asing yang hanya dia kenal lewat internet. Laki-laki ini tinggal jauh di benua lain. Lelaki ini sangat baik. Dia telah menjadi pahlawannya saat hatinya porak-poranda. Mereka berdua adalah dua orang yang hatinya luluh lantah oleh rasa yang sebelumnya. Mereka berteman dekat, sangat dekat. Tapi selama lima tahun itu pula dia menderita. Menderita karena dia tidak pernah bisa mengatakan a...

Nijmegen, Kota Kecil yang Bikin Susah Move On

Jadi.. tadi malam, sebelum tidur, iseng-iseng saya buka instagramnya gemeente Nijmegen. Gemeente itu mungkin kalo di kita sama kayak pemerintah kota mungkin yah. Di akun instagram itu, baru aja diupload foto terkini Nijmegen. Lagi bersalju, cantik banget. Well.. mungkin nggak banyak yang tau Nijmegen itu adanya di mana. Tempatnya emang nggak setenar kota-kota cetar di Eropa macam Amsterdam, Paris, Roma atau mungkin Berlin. Tapi jangan salah, Nijmegen itu punya mantra sendiri yang bisa bikin orang nggak bisa move on . Ehm.. dulu saya itu pernah jadi warga Nijmegen. Nggak lama sih, cuma setaun. Waktu itu saya tinggal di sana buat nerusin kuliah saya. Saya inget, pas dulu saya baru pulang ke Indonesia terus ketemu orang-orang baru, mereka itu nanyanya nggak jauh-jauh dari: “Dulu di Belandanya di mana?” “di Nijmegen”  “Hmm.. Nijmegen itu di sebelah mananya Amsterdam yah ?” Atau bahkan ada yang nanya “Emang ada yah di Belanda kota yang namanya Nijmegen?” Bahkan ...

Bye 2016, Let's look back (but not in anger)

Dear 2016, Thank you for telling me that it’s always 'ok' to not feeling 'ok'. Thank you for opening my eyes and making me realize that sometime, we need to give ourselves a break. That… disappointment is never a big deal. And it’s not as scary as.. or as painful as I used to think. Thank you for teaching me that being bold won’t hurt you. That sometimes.. we need to fight for our right and it would never be a crime. Holding yourself back would never change anything. So be brave to step forward. it’s either now or never. Thank you for making me understand that sometime, we just have to let our live go with the flow. Relax, ‘cause it is good to have a plan, but when God has a better plan for you… don’t say ‘No’! Never!. Thank you for reminding me that our faith in God will grow stronger when we keep our dreams alive. That.. it is also a way to stay connected to God and to strengthen the bond between God and us. Above all, thank you for helping me...

Being an extroverted-introvert

"Introvert itu…  pendiam, pemalu, anti-sosial, kutu buku, culun dll" Hmmm, biar saya luruskan..  Sebenernya, being introvert doesn’t make you anti-social, It’s just that you see the world in a different way. While the extroverts love to be surrounded by people, the introverts treasure their alone time. Does it mean the introverts hate people or the world? No, we don’t. We don’t hate people or even the world. This is just our way of lovin’ them J So, what is an extroverted-introvert? Extroverted-Introvert atau bisa dibilang  ' an easy going introvert' adalah seorang introvert yang ‘able to deal with the extroverted life’ . Gini.. dalam kasus saya, saya sadar dari sejak kecil kalo saya ini sejatinya adalah seorang introvert. Tapi kemudian, Tuhan menakdirkan saya untuk hidup di lingkungan yang sangat extrovert. Keluarga besar saya adalah orang-orang yang tidak bisa hidup tanpa ‘ ngariung’ . Segala hal harus dilakukan bersama-sama. Kadang, pilihan jod...

Mari menulis (lagi)

So here we go again.. Kenapa harus ada kata ‘lagi’? Karena dulu saya juga menulis. Sebagai 'anak sastra', you had no choice but to write down what you feel and see. Tapi kemudian idealisme “anak sastra” ini took its toll on me . Saya memandang tulisan saya sendiri “rubbish” karena nggak “nyastra”. Otak saya saat itu dibebani doktrin "kalo nggak nyastra jangan nulis". Padahal, bagian otak saya yang lain sadar kalo sastra itu jenisnya banyak. Dan setiap penulis punya gaya masing-masing. Tapi kemudian idealisme “anak sastra” saya mulai luntur seiring umur yang semakin bertambah. Semakin hari semakin saya bisa memahami kenapa dulu dosen mata kuliah apresiasi sastra saya mati-matian encourage mahasiswanya buat nulis. Dia selalu bilang “mulai dari buat catatan harian”. Beliau bahkan selalu mengingatkan :  “Kalo ide mengetuk pintu, langsung tulis. Kalau kamu terlambat, ide itu tidak akan pernah kembali. Kalaupun dia kembali mengetuk pintu, dia mungkin akan datang ...