Skip to main content

Posts

Memori tentang Trip: Winter Break, Venice!!!

(Disclaimer, ini kejadian tahun 2013 lalu, tapi berhubung yang nulis malesnya agak kebangetan, jadilah baru ditulis sekarang. Ceritanya buat nostalgiaan katanya) Dari Milan , kita naik kereta cepatnya Italia "Trenitalia Frecciarossa" menuju Venezia atau orang kenalnya dengan nama internasionalnya yaitu "Venice", kota romantis yang sering dijadiin tujuan penganten baru buat honeymoon, hehe... Waktu yang ditempuh dari Milan ke Venezia adalah sekitar dua jam setengahan. Di Venezia, kita tiba pukul 07.00 malaman. Dari terminal kita langsung ke hostel buat taro barang-barang. Tapi nggak langsung mandi karena kita mau lanjut jalan-jalan (padahal sejak berangkat dari Belanda kita belum ketemu mandi, haha..). Untungnya winter, jadi biarpun kita jalan terus, kita nggak banyak keringetan. Setelah taro barang kita langsung keluar dan jalan-jalan sekalian cari makan malam.  Boneka Santa yang gelantungan di sebrang hostel kita Kita cuma punya waktu satu malam aja di Venezia. Mak...

Memori tentang Trip: Winter Break, Benvenuto a Milano!

(Disclaimer, ini kejadian tahun 2013 lalu, tapi berhubung yang nulis malesnya agak kebangetan, jadilah baru ditulis sekarang. Ceritanya buat nostalgiaan katanya) Setelah kita duduk nyaman di kursi bis masing-masing, sore itu kita bersiap menuju Milan bersama ID Bus. Karena cukup lelah, aku lebih banyak terlelap di perjalanan. Aku nggak inget persis bis kita lewat mana aja. Yang aku ingat cuma pas sesekali aku bangun, kita itu lewat semacam jalan tol yang ada tulisan "Torino" nya. Yang terpikir di otakku saat itu adalah "Waahh.. lewat kandang Juventus nih". Menjelang dini hari, ID Bus kita berhenti di semacam rest area dekat-dekat Milan. Di sana ada cafe kecil namanya "Storie di Caffe". Karena kita terakhir makan itu kemarin siang menjelang sore, aku langsung bergegas pesan menu ikan+kentang goreng dan tentu saja cappucino. Entah kenapa menurutku saat itu, kopi di luar Belanda itu kok rasanya lebih enak aja. And btw , aku baru bener-bener tau rasa kopi yg ...

Memori tentang Trip: Winter Break, Bonjour Paris!!

(Disclaimer, ini kejadian tahun 2013 lalu, tapi berhubung yang nulis malesnya agak kebangetan, jadilah baru ditulis sekarang. Ceritanya buat nostalgiaan katanya) Setelah perjuangan rumit buat  booking sana-sini (dan aku cuma nyimak dan jadi tim hore), singkat cerita 21 Desember 2013 pun tiba. Kita, genk Nijmegen, berangkat sore dari Nijmegen. Ceritanya sengaja biar bisa beredar dulu di Amsterdam. Sialnya, Amsterdam saat itu ujan gede, dan yg prepare bawa payung cuma Mba Azizah. Mas Levi masih berutung soalnya coatnya doi dari bahan yang agak tahan air. Nah aku, yang coatnya dari bahan kain, basah kuyup tetep meskipun udah dikasih tumpangan payung sama Mba Azizah. Maklum, hujannya gede banget. Saat itu Amsterdam juga nggak rame-rame amat kayak biasanya. Mungkin karena hujan juga kali yah. Kita yang udah mirip anak kucing keujanan ini juga laper. Belum lagi bis kita masih lama banget. Akhirnya kita memutuskan buat isi perut dulu. Kitapun ketemu kedainya Alibaba (nama ...

Memori tentang Trip: Winter Break, Pre-Departure!

(Disclaimer, ini kejadian tahun 2013 lalu, tapi berhubung yang nulis malesnya agak kebangetan, jadilah baru ditulis sekarang. Ceritanya buat nostalgiaan katanya) Sebenarnya Winter trip ini adalah rencananya Mbak Azizah sama Mas Levi. Ternyata jauh sebelum aku tiba di Nijmegen, mereka ini udah ada wacana pengen trip keliling Eropa. Mbak Azizah sendiri sebenernya udah beberapa kali ikutan field trip di kelasnya. Terakhir doi maen-maen ke Bruxelle buat kenalan sama gedung-gedungnya EU. FYI, Mbak Azizah ini siswa Erasmus program Planet Europe. Jadi buat doi, pembahasan tentang tata kotanya Europe ini udah jadi makanan sehari-harinya doi. Makanya field trip mulu. Aku kenal sama Mbak Azizah ini nggak sengaja lo! Sebenernya aku udah denger tentang beliau dari Mas Levi pas aku baru nyampe di Nijmegen. Terus aku add akun facebooknya dan kita juga sempet chatting di facebook. Tapi emang kita nggak pernah ketemu langsung. Nah, suatu sore pas aku lagi jalan ke parkiran sepeda di kampu...

Memori tentang Trip: Permulaan, Kleve!

(Disclaimer, ini kejadian tahun 2013 lalu, tapi berhubung yang nulis malesnya agak kebangetan, jadilah baru ditulis sekarang. Ceritanya buat nostalgiaan katanya) Waktu itu udah mulai  winter dan perjalanan ke Kleve ini sebenarnya agenda dadakan para perempuan rempong yang kebelet jalan-jalan. Awalnya dari chit-chat nya Mba Azizah sama Teh Vycke pas pengajian KEMUNI. Katanya sih, di Kleve itu barangnya murah, jauh lebih murah dari barang di Nijmegen. Btw , jalan-jalan ke Kleve ini buat aku adalah jalan-jalan perdana keluar dari Belanda. Maklum, sebelum pergi ke Kleve itu, beasiswa kagak turun-turun. Akhirnya mau nggak mau aku harus mau nahan hasrat jalan-jalan demi keberlangsungan perut ke depannya. Oh iya, Kleve itu di Jerman. Tapi nggak berasa kayak jalan-jalan ke luar negeri soalnya jaraknya deket banget sama Nijmegen. Mirip-mirip jarak Kopo-Antapani lah kalo di Bandung. Kita berangkat dari Nijmegen agak siangan naik bus No. 58 dari Stasion Nijmegen, ceritanya sekali...

Kenapa (harus) Kuliah di Belanda?

“Kenapa pilih kuliah di Belanda? Kenapa nggak di Australia aja biar deket? Kenapa nggak di Inggris atau Amerika aja sekalian? Atau ke Jerman aja? Atau kenapa nggak di sini aja? Kan sama aja kuliah? Kenapa? Kenapa? Kenapa?” Jawabannya sederhana,  saya kuliah di Belanda itu ya karena saya mau kuliah di sana. Dulu itu, saya pernah begitu tergila-gila sama Robin van Persie, striker Arsenal yang akhirnya cabut dari Arsenal dan sukses bikin patah hati😭. Nah, si Robin ini orang Belanda, jadi saya semacam terobsesi sama dia dan Belanda.😁 Nggak deng, Nggak itu aja. Alasan seriusnya adalah karena saya memang dari dulu pengen sekolah di luar negeri. Bukan karena gengsi atau pengen sok-sok-an. Bukan, bukan... buat  saya, sekolah di luar itu adalah bentuk pembuktian pada diri saya sendiri. Bisa nggak sih saya survive di luar zona nyaman saya. Selain itu, saya kuliah di sana untuk membayar rasa penasaran dan bersalah saya karena pas SMA saya pernah gagal ikutan program...

Tentang Kadar yang Berlebih

Setelah sekian lama otak saya berasa kosong karena nggak pernah dipake buat mikir dan merenung, akhirnya tiba-tiba ada yang menggelitik pikiran saya. Kemarin, pas saya lagi nguji mahasiswa saya, saya disuguhi sekotak camilan buat mengganjal perut yang memang belum sempat saya penuhi haknya untuk makan siang. Isi kotak camilannya lengkap: ada air mineral, ada camilan manis dan camilan asin. Terpikir di benak saya.. Air mineral yang ada di kotak camilan saya itu menyehatkan. Orang bahkan dianjurkan untuk minum kurang lebih dua liter per hari supaya selalu sehat. Tapi, si air ini juga bisa menyebabkan yang minum tersiksa karena harus pulang-pergi ke kamar kecil. Belum lagi perut si orang tersebut bisa jadi terasa "terlalu penuh", dan perasaan itu jelas tidak mengenakkan. Semuanya karena air yang menyehatkan itu dikonsumi berlebihan . Lalu, camilan manis di depan mata saya itu enak dan mengenyangkan tapi juga bisa menjadi sumber penyakit karena dikonsumsi berlebihan . Garam ...