Skip to main content

In English They Say, In My Words I Say... Part 1

In English they say...

"I'm here for you"

 

In my words, I say...

"I do have the glue to mend the broken pieces of your heart,

and...

I am willing to help you fix it

But I do know, 

You won't allow me to do so

'Cause you... 

You still hold that broken pieces so dearly

So, whatever it is you feel the best for yourself,

Just please do it

One thing I know for sure, 

Let the pain completely destroy you

Don't resist, or even fight it

I just can pray that God let the flowers grow in between those brokenness

Not for me, but only for you

And when you finally feel liberated 

You always know where to find me

I'm there, always...

 


Comments

Popular posts from this blog

Pada Tuhan dan Tuan

  Tuhan… Seringkali aku keliru Aku tak mampu mencari tahu Mana suara-Mu, mana suara yang lain Aku tak tahu Apa Kau yang berkata maju Atau yang lain sedang menyuruhku Apa Engkau yang mematahkanku Atau yang lain sedang mengganggu alam pikirku   Tuhan… Seringkali aku katakan aku kecewa Bukan… mungkin aku belum mengerti Mungkin aku marah Tidak, aku hanya tidak mengerti   Tuhan dan Tuan… Mereka berkata padaku Setiap kami dibentuk dari rusuk Adam Lalu Tuhan… Kenapa tak Kau kembalikan saja aku pada pemilikku? Pada yang memang berhak menjadi rumahku Aku lelah, Tuan… Harus selalu bertamu pada rumah yang bukan tempatku Aku ingin pulang, Pada rumah yang memang seharusnya menaungiku   Oh… mereka katakan padaku Aku perlu mempelajari banyak hal lebih dulu Menyelesaikan semua mata pelajaranku Sebisaku tentu Namun, mereka berkata padaku Halaman bukuku masih banyak Aku tidak pernah benar-benar tahu Seberapa tebal buku ...

Tentang Berlebaran (Mumpung Masih Syawal)

Sebenernya tulisan ini dirintis ditulis dari beberapa hari sebelum takbiran dan lebaran kemaren gegara efek dengerin podcastnya Milenial Islami di Inspigo. Waktu itu, kebetulan bahasannya lagi tentang berlebaran di luar negeri. Tapi akhirnya, tulisan ini baru bisa diselesaikan lima menit yang lalu dan di publish hari ini, berminggu-minggu setelah lebaran usai (yang penting masih bulan Syawal   kan yah, kan katanya bulan Syawal itu bulan banyak berkah makanya banyak yang nikah, eh ). Waktu itu males nerusin tulisan ini karena dunia perjagadmayaan keburu rusuh dan bikin gerah. Aku sempet uninstall Twitter dan Instagram untuk beberapa saat karena mumet liat makhluk Tuhan pada berantem terus gegara perhelatan copras-capres (Padahal percayalah kawan, berantem   khususnya berantem di medsos nggak bikin kita kenyang, yang ada jempol bareuh dan ngajebragan ) Jadi ceritanya begini, setelah lebih dari ribuan purnama aku hidup di dunia, baru di Lebaran taun ini aku baru ngerasain...