Tuhan… Seringkali aku keliru Aku tak mampu mencari tahu Mana suara-Mu, mana suara yang lain Aku tak tahu Apa Kau yang berkata maju Atau yang lain sedang menyuruhku Apa Engkau yang mematahkanku Atau yang lain sedang mengganggu alam pikirku Tuhan… Seringkali aku katakan aku kecewa Bukan… mungkin aku belum mengerti Mungkin aku marah Tidak, aku hanya tidak mengerti Tuhan dan Tuan… Mereka berkata padaku Setiap kami dibentuk dari rusuk Adam Lalu Tuhan… Kenapa tak Kau kembalikan saja aku pada pemilikku? Pada yang memang berhak menjadi rumahku Aku lelah, Tuan… Harus selalu bertamu pada rumah yang bukan tempatku Aku ingin pulang, Pada rumah yang memang seharusnya menaungiku Oh… mereka katakan padaku Aku perlu mempelajari banyak hal lebih dulu Menyelesaikan semua mata pelajaranku Sebisaku tentu Namun, mereka berkata padaku Halaman bukuku masih banyak Aku tidak pernah benar-benar tahu Seberapa tebal buku ...
for the sake of keeping memories alive